Archive | Event

Dorong Pariwisata DIY dengan Sumbu Filosofi

Pengembangan Sumbu Filosofi dan atraksi pariwisata di sekitarnya diharapkan dapat meningkatkan length of stay dan spending wisatawan di DIY melalui sebuah paket wisata yang berkonsep cultural experience.

Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Wisata #DiIndonesiaAja (GBWI) mendukung pengembangan sektor pariwisata sebagai jangkar perekonomian DIY. Hal ini diwujudkan dengan menyelenggarakan diskusi online pariwisata “Pengembangan Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk Mendorong Quality Tourism DIY”, pada 26 Maret 2021.

Diskusi ini masih dalam rangkaian acara Grebeg UMKM DIY 2021 road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Diskusi ini juga merupakan wujud dari implementasi sinergi pentahelix.

Sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang besar terhadap roda perekonomian DIY. Seiring dengan terhentinya aktivitas pariwisata akibat pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi menyebabkan DIY memasuki resesi selama 4 (empat) kuartal berturut-turut dimana pada Triwulan III 2020, perekonomian DIY tumbuh terkontraksi sebesar -2,69% (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Miyono disampaikan bahwa DIY punya potensi pariwisata yang luar biasa. Perlu adanya strategi khusus dalam rangka percepatan pemulihan sektor pariwisata dan balancing antara mass tourism dan quality tourism di DIY.

“Jika pariwisata bergerak maka akan menggerakkan pertumbuhan produksi dan pendapatan daerah, yang ujungnya di kesejahteraan ekonomi masyarakat DIY,” kata dia.

Transformasi pariwisata di masa pandemi ini sekaligus merupakan momentum tepat untuk melakukan balancing strategi pengembangan pariwisata DIY dari yang semula berorientasi mass tourism menuju quality tourism dengan fokus pengembangan pada sektor–sektor potensial, salah satunya adalah sumbu filosofi.

Sumbu filosofi Yogyakarta yang menghubungkan Panggung Krapyak–Kraton–Tugu Pal Putih memiliki nilai-nilai budaya yang eksotis dan menarik. Penerapan konsep budaya sumbu imajiner dan filosofi) pada tata ruang DIY telah menghasilkan apa yang oleh UNESCO disebutkan sebagai saujana asosiatif (associative landscape) yang merupakan paduan antara unsur budaya bendawi (tangible) dan tak bendawi (intangible).

“Pengembangan Sumbu Filosofi dan atraksi pariwisata di sekitarnya diharapkan dapat meningkatkan length of stay dan spending wisatawan di D.I Yogyakarta melalui sebuah paket wisata yang berkonsep cultural experience,” papar dia.

Diskusi online Pariwisata ini akan menghadirkan Narasumber Gusti Bendara (Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY), Miyono (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY), Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M (Pakar Budaya) dan Dian Lakshmi Pratiwi (Dinas Budaya DIY). Adapun penanggap dalam diskusi ini adalah Singgih Raharjo (Kepala Dinas Pariwisata DIY), Ike Janita Dewi (ISEI DIY) dan Bobby Ardiyanto (Ketua GIPI DPD DIY). Tujuan dari diskusi online pariwisata diharapkan para pemangku kebijakan dapat mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk perumusan kebijakan dan menyusun strategi pendorong keberlangsungan dan keberlanjutan sektor pariwisata di DIY.

Sejak pandemi COVID-19, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama dengan Pemerintah Daerah DIY dan Asosiasi DIY berkolaborasi dalam forum pentahelix SIWIGNYO (Sinergi Wisata Ngayogyakarta). Tujuan dari program ini adalah dalam rangka percepatan pemulihan sektor pariwisata dan mewujudkan industri pariwisata yang resilient, competitive dan inclusive melalui strategi peningkatan 3A2P (Amenitas, Atraksi, Akses, Pelaku usaha dan Promosi).

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts