Aksi Bersih Sampah Laut sebagai Wujud Kolaborasi dalam Penanganan Sampah Laut di Bali

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup kembali menyelenggarakan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Kelan, Kedonganan, hingga Jimbaran, Bali, sekaligus menjadi rangkaian program Bulan Cinta Laut yang merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bertajuk Aksi Bersih Sampah Laut, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi bersih sampah laut yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pantai Kuta pada 4 Januari 2025 dengan melibatkan peserta lebih dari 2.115 orang. Aksi bersih sampah di Pantai Kuta tersebut dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan rutin yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, TNI dan masyarakat dan telah berbuah manis di mana telah perlahan tapi pasti mengembalikan kenyamanan Pantai Kuta bagi wisatawan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya mendukung penyelesaian permasalahan sampah laut di Bali.

Menteri Koordinator bidang Pangan bersama-sama dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pariwisata, para Duta Besar negara sahabat, dan Pemerintah Daerah Bali, dunia usaha serta masyarakat melakukan kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan ini. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani isu lingkungan khususnya permasalahan penanganan sampah.

Acara ini mengundang para duta besar negara sahabat, diantaranya Uni Emirat Arab, Jerman, Kanada, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belanda, Denmark, dan Timor Leste. Ikut serta berkolaborasi pada kegiatan ini antara lain para bupati/walikota se-Bali, komunitas peduli sampah, pelajar, mahasiswa, kader muda lingkungan, pegiat lingkungan, para CEO perusahaan consumer goods, pengelola hotel, restoran, dan kafe serta berbagai elemen masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah kegiatan (less waste event), peserta diimbau untuk membawa tumbler, jas hujan, dan alat-alat kebersihan sendiri, sejalan
dengan semangat keberlanjutan dan pengurangan sampah plastik. Selain membersihkan sampah, dilakukan juga pengumpulan dan penimbangan sampah yang kemudian dibawa ke fasilitas-fasilitas pengolahan sampah untuk dilakukan proses yang nantinya akan dijadikan bahan baku daur ulang. Sampah tersebut diolah sesuai jenisnya untuk mendukung upaya daur ulang dan menciptakan manfaat baru dari sampah.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan, “Masalah sampah laut adalah tantangan global yang membutuhkan solusi kolaboratif. Aksi Bersih Sampah Laut Bali hari ini tidak hanya membersihkan pantai, tetapi juga memberikan pesan kepada masyarakat lokal dan internasional tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian laut kita dengan aksi kolaborasi.”

Pada kesempatan ini Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan berupa satu unit truk pengangkut sampah. Disamping itu disampaikan juga bantuan trash boom dalam rangka mengatasi kebocoran sampah plastik ke laut. Bantuan trash boom ini merupakan bagian kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab dalam program Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, yang disupport oleh
UNDP Indonesia dan Clean Rivers.

Persoalan sampah laut terjadi karena masih tungginya jumlah sampah yang tidak terkelola serta pengelolaan TPA yang masih open dumping, sehingga dengan demikian
sampah-sampah tersebut masuk ke lingkungan perairan dan terus ke laut. Pemerintah telah menyiapkan instrument untuk menangani persoalan sampah laut di Bali, dengan membentuk Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Provinsi Bali yang melibatkan Kementerian/Lembaga terkait, TNI/Polri dan Pemerintah Daerah Bali melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor : 03/M.PANGAN/KEP/01/2025.

Diharapkan langkah ini akan lebih membangun kolaborasi dengan elemen masyarakat dalam upaya terdepan menangani sampah laut, sehingga diharapkan pada tahun mendatang, permasalahan ini sudah dapat diantisipasi sejak dini dan dipersiapkan dengan baik.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | | |

    Jogja International Art Festival | 35 Pelukis Dari 16 Negara Melukis Bersama

    Apa jadinya jika 35 seniman dari 16 negara berkumpul di satu tempat dan berkarya bersama? Sungguh akan tersuguh festival yang dahsyat. Yang di dalamnya mengalir ide dan gagasan dari berbagai latar bahasa dan kebudayaan. Dan, itulah yang terjadi pada 22-26 Oktober 2017. Hadi Soesanto aka Hasoe yang beberapa waktu lalu sukses menggelar pameran internasional lukisan…

  • |

    PSS Wajib Rehat Sejenak Usai Vaksinasi Covid-19

    Pemain, official dan staff PS Sleman menjalani vaksinasi Covid-19 pada Kamis (25/03/21) siang di Voli Indoor Si Jalak Harupat, Bandung. Vaksinasi ini wajib diikuti seluruh personel PSS dan klub lain demi menjaga kesehatan dan kelancaran selama berlangsungnya Piala Menpora. “Vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini bertujuan supaya mempercepat proses kekebalan tubuh untuk virus Covid dan ini…

  • | | | |

    Musik Gejog Lesung “KOK EWO AKU”

    Jika pada mulanya gejog lesung hanya sekedar musik untuk bermain-main di sela panen, kini gejog lesung mengalami perkembangan yang luar biasa. Hampir semua desa di Daerah Istimewa Yogyakarta nguri-uri musik tradisional ini. Dusun Asem Gede, Kabupaten Kulonprogo, misalnya. Mereka juga rajin melakukan pementasan seperti dalam Festival Gejog Lesung di Pajangan, Bantul. Kamu suka? Yuk bagikan…

  • Napak Tilas Perjuangan Brigade Mobile (Brimob), Sejarah Pertempuran Rewulu Hingga Kotabaru

    Kemerdekaan RI tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pendahulu, tak terkecuali Brigade Mobile atau Brimob yang dulu bernama Polisi Khusus (Tokubetsu Keisatsu Tai) yang kemudian berganti nama Mobile Brigadig atau Mobrig dan hingga sekarang menjadi Brimob atau Brigade Mobil. Untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan kusuma bangsa dilakukan Napak Tilas oleh Paguyuban Keluarga Besar Brimob…