|

UGM Kembangkan Teknologi Pakan Rendah Protein untuk Peternakan Ayam di Komunitas Jamblang Genthong

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Diseminasi Teknologi Pakan Rendah Protein. Program ini menyasar Komunitas Jamblang Genthong di Desa Karangtengah, Bantul, sebagai upaya mengatasi tantangan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi peternak lokal.

Program yang dipimpin oleh Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP. ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi Low Protein Diet (LPD) bagi ayam petelur. Teknologi ini menjadi solusi inovatif yang dapat menekan biaya pakan sekaligus mengurangi carbon footprint dari aktivitas peternakan. Dalam sambutannya, Ir. Muhlisin menyatakan penerapan teknologi ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesejahteraan peternak.

“Pakan rendah protein ini dibuat dengan bahan baku lokal seperti jagung dan bekatul. Selain lebih ekonomis, pakan ini mampu mengurangi emisi amonia dari kotoran ayam, yang selama ini menjadi penyumbang polusi nitrogen. Teknologi ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan peternakan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selama program berlangsung, sepuluh pemuda dari Komunitas Jamblang Genthong dipilih sebagai mitra peternak. Para peserta dilatih dalam manajemen pemeliharaan ayam petelur dengan sistem free range di lahan seluas 300 m² milik komunitas. Sistem ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ayam tetapi juga mendukung produktivitas telur dalam jangka panjang.

Para pemuda komunitas juga mendapatkan pendampingan khusus untuk memproduksi pakan rendah protein secara mandiri. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, seperti jagung dan bekatul, program ini membantu menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan utama peternak kecil.

Tidak berhenti di produksi, program ini juga menekankan pentingnya pengemasan dan pemasaran hasil panen. Para peserta dilatih cara mengemas telur dengan desain menarik yang menekankan nilai ramah lingkungan. Strategi pemasaran juga menjadi bagian dari pelatihan, sehingga produk telur hasil budidaya dapat menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya konsumen yang peduli pada keberlanjutan lingkungan.

Program ini berjalan dengan dukungan penuh dari Fakultas Peternakan UGM dan kolaborasi dengan Komunitas Jamblang Genthong serta dukungan dana dari Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada. Monitoring dan evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan pemahaman peserta serta keberhasilan implementasi teknologi di lapangan. Telur yang dihasilkan dari program ini memiliki kualitas baik dan siap bersaing di pasaran.

Dengan berjalannya program ini, Fakultas Peternakan UGM berharap dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi pemuda Desa Karangtengah, sekaligus menjadi solusi konkret dalam mengatasi dampak lingkungan dari peternakan ayam petelur.

Sarjianto, Ketua Komunitas Jamblang Genthong menyampaikan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan membuat anggota komunitas menjadi paham cara mengelola peternakan ayam petelur free range. Selain itu, terdapat peningkatan ekonomi pemuda melalui peternakan yang dikembangkan.

“Program ini adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan peternakan yang berkelanjutan. Kami berharap program ini menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia,” tutup Ir. Muhlisin.

Melalui pendekatan teknologi tepat guna dan pemberdayaan pemuda lokal, program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan, inovasi, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan untuk memajukan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • Menpar Kunjungi Desa Wukirsari Peraih “Best Tourism Village UNWTO 2024″

    Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi DIY dengan mengunjungi Desa Wisata Wukirsari dan mencoba sejumlah daya tarik seperti praktik membuat batik. Menpar Widiyanti bersama Wamenpar Ni Luh Puspa dalam kunjungannya ke Desa Wisata Wukirsari, Kamis (23/1/2025), menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Desa Wisata Wukirsari. Pencapaian luar biasa ini…

  • |

    Enam Pemanjat Tebing Indonesia Siap Kibarkan Merah Putih di Tebing Tertinggi di Dunia

    Jakarta – Enam pemanjat tebing Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) bertolak ke Pakistan, Minggu (13/7). Keenam atlet panjat tebing ini bertekad untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Nameless Tower, Trango Tower, Pakistan. Nameless Tower adalah salah satu tebing besar atau big wall yang dikenal paling tinggi di dunia, dengan rute pemanjatan tersulit bernama Eternal Flame….

  • | | | | |

    Menyulap Sampah Jadi Busana Menawan Dalam Bantul Recycle Fashion Carnival

    Jika selama ini sampah hanya dibuang atau dibakar, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta punya cara berbeda. Hal ini berangkat dari keyakinan bahwa sampah adalah benda salah tempat atau barang yang terletak di posisi yang salah, masyarakat kemudian mengolahnya menjadi beragam barang berguna. Masyarakat Kabupaten Bantul bahkan mengolah sampah menjadi pakaian yang cantik lagi menarik dan memamerkannya…

  • | | |

    Menteri Susi Blak-Blakan Akui Tak Lulus Sekolah

    Jika ada menteri yang tidak memiliki gelar akademik barangkali hanya Susi Pujiastuti. Namun, bukan Susi kalau kemudian malu dan mencari jalan pintas dengan ijazah palsu. Di hadapan ribuan siswa SMAN 1 Jogjakarta yang hadir dalam Lustrum XII, Jumat (15/12), Susi Pujiastuti justru blak-blakan mengakui bahwa dirinya tidak lulus sekolah. Selengkpanya, monggo simak videonya… Kamu suka?…

  • Rapat Kerja Satgas Percepatan Investasi, Menteri Investasi Memfokuskan Sektor Hilirisasi Untuk Peningkatan Investasi 2022

    Yogyakarta- Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, selaku ketua Satuan Tugas Percepatan Investasi memberikan arahan kepada para pelaku usaha dan instansi untuk memfokuskan investasi tahun 2022 pada sektor hilirisasi atau industri berbasis nilai tambah. Dari tahun 2019 hingga 2021 trend industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya terus mengalami…

  • | | | |

    Wisata Kano di Pantai Gunungkidul

    Sempat meredup karena banyaknya pantau bari di Kabupaten Gunungkidul yang dibuka untuk wisata, pamor pantai Drini di Kecamatan Tepus kembali naik setelah hadirnya wisata kano yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Wisatawan cukup membayar 50 ribu rupiah agar bisa bermain kano sepuasnya. Bahkan, untuk bergantian. Bagaimana serunya? Monggo simak… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan…