Para pelaku usaha Jogja Muslimahpreneur gelar Bazar Produk Halal mulai dari kuliner, craft, fashion hingga produk kesehatan.

Jogja Muslimahpreneur, Tampilkan Ratusan Produk Perempuan Muslimah Mulai Fashion Etnik, Kuliner Hingga Produk Kecantikan

Sebuah festival yang menampilkan produk UMKM dari para perempuan pelaku usaha yang tergabung dalam Jogja Muslimahprener digelar di Yogyakarta, 26-27 Agustus 2023. Bertajuk Festival Bazar Jogja Muslimahpreneur, event yang baru pertama kali digelar di Gedung PDIN Terban Kota Yogyakarta pun menjadi salah satu ikon wisata sekaligus kegiatan ekonomi di Kota Yogyakarta.

Menurut President of Jogja Muslimahpreneur 2023-2025, Aulia Hijriastuti, festival bazar Jogja Muslimahpreneur merupakan agenda pertama kali digelar untuk mengenalkan sekaigus mempromosikan produk dari para perempuan pelaku usaha dan UMKM. Festival Bazar akan berlangsung selama dua hari, Sabtu -Minggu (26-27 Agustus 2023) di gedung PDIN Terban Kota Yogyakarta.

“Jogja Muslimahpreneur atau JMP merupakan event perdana kami, untuk mengenalkan produk-produk UMKM dari Jogja Muslimahpreneur ke masyarakat luas, sehingga semakin dikenal,” ungkap Aulia.

Beragam produk UMKM dari pelaku usaha perempuan muslimah di Yogyakarta dan sekitarnya yang ditampilkan mulai dari fashion, kuliner, craft hingga produk kesehatan, beauty class, seminar kesehatan kulit, kajian mental health, diskusi bisnis hingga workshop fotografi. Selain itu kegiatan akan para pembicara, praktisi dan spesialisasi di bidangnya masing-masing.

“Beragam produk yang ditampilkan mulai dari bidang fashion karya para desainer muda di Yogyakarta dan sekitarnya, kemudian produk fashion etnik dan konvesional, produk kuliner, serta beberapa reseler dari multi produk seperti aksesoris, serta pelaku jasa,” jelas Aulia.

Ia menyebutkan pelaku usaha yang tergabung dalam Jogja Muslimahpreneur sekitar 600 pelaku usaha perempuan muslimah, dengan total sekitar 27 booth (stand). Kedepan rencananya akan digelar event dengan skala yang lebih besar untuk menjangkau seluruh anggota Jogja Muslimahpreneur.

Festival Bazar telah disiapkan sejak dua tahun lalu dimana untuk para peserta telah mendaftar terlebih dahulu. Para anggota atau member JMP sebagian besar perempuan dibawah usia 40 tahun yang bergerak dibidang usaha UMKM.

Saat ini sasaran pemasaran dari Jogja Muslimahpreneur mencakup pelajar, mahasiswa serta ibu rumahtangga. Pada even selanjutnya JMP akan lebih leuas menjangkau masyarakat umum terutama di kawasan Destinasi Wisata sekitar Tugu, Malioboro dan Kraton Yogyakarta.

” Ya kedepan kita akan menggelar event agar bisa menampung seluruh anggota Jogja Muskimahpreneur. Anggota kita juga berasal dari wilayah DIY dan sekitarnya, sehingga untuk bazar di lokasi PDIN diharapkan menjadi salah satu ikon ekonomi wisata, dan bisa menarik minat masyarakat luas berkunjung kesini,” jelas Aulia.

Selain itu, menghadapi tahun 2024 Wajib Sertifikasi Halal, dimana pelaku usaha mencantumkan sertifikat produk halal, Jogja Muslimahpreneur pun terus mempersiapkan diri dan menyiapkan langkah serta pelatihan kepada anggotanya untuk memiliki sertifikat halal.

“Ya kita selalu lakukan pendampingan kepada anggota, juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk memberikan pelatihan agar bisa secara bertahap terkait Sertifikat Halal,” pungkas Aulia. *

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • SRITEX Akan Ajukan Peninjauan Kembali (PK) Usai MA Tolak Permohonan Kasasi

    Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk alias SRITEX menghormati keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi SRITEX terkait putusan pailit yang dijatuhkan Pengadilan Niaga Semarang. SRITEX berencana mengajukan peninjauan kembali. Sebagai informasi, putusan penolakan kasasi dengan Nomor Perkara : 1345 K/PDT.SUS-PAILIT 2024 tersebut telah dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Agung Hamdi dan dua anggota…

  • Kisah Inspiratif Hijmuku, Pengusaha Helm Anak yang Berdayakan Desa di Surabaya

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan Provinsi Jawa Timur menyumbang 25,30% perekonomian di Pulau Jawa, kedua setelah Jakarta. Tak heran, begitu banyak pengusaha lokal asal Jawa Timur yang turut menyumbang perekonomian Pulau Jawa, tak terkecuali Hijmuku, produsen helm untuk anak-anak asal Surabaya yang digawangi Riadlul Muminin, atau yang akrab disapa Ryan….

  • |

    Hadir Kembali di Yogyakarta, Decathlon Indonesia Usung Konsep Baru untuk Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

    Decathlon Indonesia membuka kembali toko Yogyakarta dengan konsep baru yang diharapkan bisa meningkatkan pengalaman para pelanggan. Pembukaan kembali juga mencerminkan keputusan strategis Decathlon untuk mengambil alih dari franchise, menghadirkan nilai-nilai perusahaan dengan konsep toko baru. Adapun fokus yang diutamakan yakni pengalaman yang lebih baik, teammates yang lebih berorientasi pada olahraga, serta pilihan produk berkualitas tinggi…

  • Indonesia Kuasai 42% Pasar E-commerce Asia Tenggara, Didukung Influencer dan Live Commerce

    Indonesia, sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, menguasai 42% dari total pasar, jauh melampaui Thailand yang hanya mencapai 16% dan Filipina sebesar 12%. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan impact.com, platform manajemen kemitraan bersama dengan Cube Asia, penyedia intelijen pasar e-commerce untuk Asia Tenggara. Penelitian tersebut berjudul E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia…

  • 100 Hari Kerja: Kementerian Pariwisata Jaga Pertumbuhan Sektor Pariwisata

    100 Hari Kerja: Kementerian Pariwisata Jaga Pertumbuhan Sektor Pariwisata Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, sepanjang 2024 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam Jumpa Pers Bulanan Kementerian Pariwisata yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2025), Menpar Widiyanti menyampaikan bahwa…

  • Produksi 75 Ton Pakan Ternak, Bumdes Putro Manggolo Jamin Ketahanan Pangan

    Desa Kadilanggon di Kecamatan Wedi, Klaten telah ditetapkan sebagai Kawasan Mandiri Pangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penetapan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti pertanian dan peternakan. Namun, potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Kadilanggon belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu,…