Produksi 75 Ton Pakan Ternak, Bumdes Putro Manggolo Jamin Ketahanan Pangan

Produksi 75 Ton Pakan Ternak, Bumdes Putro Manggolo Jamin Ketahanan Pangan

Desa Kadilanggon di Kecamatan Wedi, Klaten telah ditetapkan sebagai Kawasan Mandiri Pangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penetapan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti pertanian dan peternakan. Namun, potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Kadilanggon belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi Desa Kadilanggon di bidang pertanian dan peternakan. Program ini diharapkan dapat menjadi inisiasi peran BUMDes dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi produktif.

BUMDes di Desa Kadilanggon bernama Putra Manggolo, yang didirikan sejak tahun 2022. Program utama BUMDes Putra Manggolo adalah Kampung Domba, yang bertujuan mengembangkan peternakan domba sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejak tahun 2023, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada memberikan pendampingan dalam pelaksanaan program Kampung Domba ini.

Muhsin Al Anas, dosen yang memberikan pendampingan, menjelaskan bahwa untuk mewujudkan Kampung Domba, Desa Kadilanggon mengembangkan dua program utama. Pertama, pengembangan pabrik pakan konsentrat dan lahan hijauan makanan ternak (HMT). Pakan menjadi dasar utama dalam budidaya peternakan karena berkaitan dengan produktivitas ternak yang optimal dan efisiensi usaha.

Kedua, pengembangan model kemitraan inti-plasma (sistem closed-loop) antara BUMDes dengan peternak. BUMDes sebagai inti berperan dalam menyediakan bibit, pakan, dan pendampingan manajemen budidaya kepada peternak mitra, bahkan menjadi off-taker yang akan membeli ternak saat panen. Peternak berperan dalam menyediakan kandang dan lahan hijauan, serta menjalankan budidaya ternak domba.

“Pabrik pakan konsentrat yang dijalankan oleh BUMDes Putra Manggolo memiliki kapasitas produksi hingga 50-75 ton per bulan, meskipun saat ini produksi dan penjualan pakan berkisar 40-60 ton setiap bulan. Pabrik pakan ini telah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan berperan dalam mendukung upaya mewujudkan Kampung Domba,” jelas Muhsin, dosen di Laboratorium Biokimia Nutrisi, Fakultas Peternakan UGM.

Selain mengoperasikan pabrik pakan konsentrat, BUMDes juga telah mencoba menjalankan model kemitraan inti-plasma. Beberapa peternak telah terlibat dalam pelaksanaan budidaya ternak domba. BUMDes Putra Manggolo saat ini berperan dalam menyediakan bakalan domba untuk penggemukan serta pakan selama tiga bulan masa pemeliharaan. Program tersebut telah berjalan selama dua periode dan memberikan keuntungan bagi peternak.

Muhsin menambahkan bahwa Program Kampung Domba diharapkan dapat memaksimalkan potensi Desa Kadilanggon melalui pengelolaan peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan yang dijalankan secara mandiri oleh BUMDes. “Dengan adanya program ini, kami berharap ketahanan pangan di desa dapat meningkat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya. Selain itu, pelaksanaan program ini juga melibatkan Priyonggo Suseno, dosen dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Islam Indonesia, yang memberikan pendampingan terkait pemasaran produk dan manajemen keuangan BUMDes Putra Manggolo.Produksi 75 Ton Pakan Ternak, Bumdes Putro Manggolo Jamin Ketahanan Pangan

Pembangunan pabrik pakan konsentrat menjadi langkah penting untuk mencapai target Program Kampung Domba. Pabrik pakan konsentrat mampu menyediakan pakan berkualitas yang dapat diakses oleh peternak domba, sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak. Imam Adi Prayogo, Direktur BUMDes Putra Manggolo, menyatakan bahwa pabrik pakan konsentrat juga berperan penting dalam mendukung model kemitraan penggemukan domba yang telah dikembangkan dengan mengadopsi sistem inti-plasma. “Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan produktivitas ternak dan keuntungan peternak dapat meningkat,” ujarnya.

Kepala Desa Kadilanggon, Sri Agung Suko Wijoyo, juga menyampaikan harapannya terkait Program Kampung Domba yang memanfaatkan potensi Desa Kadilanggon. “Kami sangat mendukung program ini karena menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan potensi desa. Dengan program ini, kami berharap Desa Kadilanggon dapat menjadi contoh desa mandiri pangan di Jawa Tengah,” jelasnya.

BUMDes Putra Manggolo berkomitmen menjadi motor penggerak dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di Desa Kadilanggon, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan. Program ini didukung pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui skema Program Pemberdayaan Desa Binaan, Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional.

 

Narahubung:

Dr. Muhsin Al Anas

Dosen Fakultas Peternakan UGM

082226517015

muhsin_alanas@ugm.ac.id

 

 

 

 

 

 

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • Dukung Stimulus Ekonomi dari Pemerintah, 97% Pelanggan Rumah Tangga PLN Peroleh Diskon Setengah Harga

    PT PLN (Persero) mendukung penuh langkah Pemerintah dalam menyalurkan paket stimulus ekonomi bagi 81,4 juta pelanggan atau 97 persen dari total 84 juta pelanggan golongan rumah tangga. Melalui stimulus tersebut, Pemerintah melalui PLN akan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA ke bawah pada Januari hingga Februari…

  • Workshop KaTa Krearif

    UMKM Harus “Update Skill” untuk Penuhi Tuntutan Pasar Yogyakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong para pelaku ekonomi kreatif terus meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini disampaikan Sandiaga Uno dalam Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Kota Yogyakarta. “Update…

  • Sebanyak 100 Sertifikat Halal Diserahkan ke Pelaku Usaha di Jogja

    Sebanyak 100 sertifikat halal diserahkan langsung kepada pelaku usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Penyerahan seritifikat halal itu dilakukan langsung oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan di LPPT UGM, Sleman. Dalam arahannya, Babe Haikal mengatakan Indonesia menjadi peringkat ke-8 negara penghasil produk halal. Jauh di bawah Cina yang…

  • |

    Hadir Kembali di Yogyakarta, Decathlon Indonesia Usung Konsep Baru untuk Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

    Decathlon Indonesia membuka kembali toko Yogyakarta dengan konsep baru yang diharapkan bisa meningkatkan pengalaman para pelanggan. Pembukaan kembali juga mencerminkan keputusan strategis Decathlon untuk mengambil alih dari franchise, menghadirkan nilai-nilai perusahaan dengan konsep toko baru. Adapun fokus yang diutamakan yakni pengalaman yang lebih baik, teammates yang lebih berorientasi pada olahraga, serta pilihan produk berkualitas tinggi…

  • Puncak Program JAGO, Ratusan UMKM Siap Naik Kelas

    Kemampuan pelaku UMKM untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dinilai sangat penting agar mereka siap naik kelas. Salah satunya melalui Program UMKM Jadi Go Digital (JAGO), yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P3DN) bersama Lazada Indonesia dan Lampu.id. Program JAGO telah mencapai puncaknya. Setelah menyelenggarakan berbagai pelatihan…

  • Kisah Inspiratif Hijmuku, Pengusaha Helm Anak yang Berdayakan Desa di Surabaya

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan Provinsi Jawa Timur menyumbang 25,30% perekonomian di Pulau Jawa, kedua setelah Jakarta. Tak heran, begitu banyak pengusaha lokal asal Jawa Timur yang turut menyumbang perekonomian Pulau Jawa, tak terkecuali Hijmuku, produsen helm untuk anak-anak asal Surabaya yang digawangi Riadlul Muminin, atau yang akrab disapa Ryan….