Dosen UGM Berikan Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat
|

Dosen UGM Berikan Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

Dosen Fakultas Peternakan Nanung Danar Dono, Ph.D., mengatakan Hewan ternak untuk kurban hendaknya dipilih ternak yang sehat sempurna, dengan ciri kuat berdiri, tidak lemah, nafsu makan normal, tidak dalam keadaan sakit apalagi sakit yang menular, dan tidak nampak cacat fisik. Menurutnya, tip untuk memilih hewan kurban dengan mengamati kuku kaki nampak sehat dan utuh, gerakan saat berjalan normal, tidak pincang. “Jika hewan sakit, nampak dari nafsu makan hilang, malas berjalan, tubuh lemah,” kata Nanung dalam Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban di Auditorium Soepardjo Fakultas Peternakan UGM, Selasa (13/6).

Pada saat akan membeli hewan kurban, Nanung berpesan sebaiknya hindari membeli hewan qurban yang dipelihara di tempat pembuangan sampah karena besar kemungkinan ternak tersebut mengkonsumsi limbah logam berat.

Selanjutnya satu hari sebelum proses penyembelihan, usahakan untuk mempuasakan ternak 12 jam sebelum disembelih agar ternak tidak beringas dan agresif sehingga penanganan jauh lebih mudah. “Pemuasaan juga akan mengurangi isi rumen (perut) serta menyempurnakan proses konversi serabut otot dan pembuluh darah menjadi daging,” tegasnya.

Namun yang tidak kalah lebih penting, imbuhnya, menyiapkan seluruh perlengkapan penyembelihan dengan kesiapan sarana dan prasarana penyembelihan dengan mengasah pisau setajam mungkin. Kemudian, proses penyembelihan dilakukan secara benar oleh jagal dengan memotong 3 saluran pada leher bagian depan yakni di bawah jakun, terdiri saluran Nafas atau tenggorokan atau trakea, saluran makanan (kerongkongan/esofagus), dan pembuluh Darah arteri karotis dan vena jugularis.

“Setelah itu, gantung ternak yg telah mati pada kedua kaki belakangnya. Pada proses pemotongan, jangan memotong-motong daging sambil merokok karena daging sangat peka terhadap bau, termasuk aroma tidak sedap asap rokok,” paparnya.

Yang tidak kalah lebih penting, pesannya, jangan pernah mencuci jeroan di sungai karena pada umumnya sungai di wilayah kota telah tercemar dengan bahan kimia, limbah rumah sakit, kuman-kuman penyakit seperti Escherichia coli dan Disentri. “Usahakan juga tidak meletakkan daging di permukaan tanah karena kuman tumbuh 10.000-100.000 kuman per menit,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk pendistribusian, diusahakan memisahkan daging dan jeroan serta mendistribusi daging dengan menggunakan tas anyaman bambu. “Jika tidak ada, lebih baik menggunakan tas plastik bening,” katanya.

Cuk Tri Noviandi, Ph.D., Dosen Fakultas Peternakan UGM lainnya, mengatakan sebaiknya takmir masjid dan panitia kurban memiliki waktu persiapan yang cukup dalam melaksanakan proses penyembelihan kurban. Ia berpesan agar pemilihan tukang jagal atau tukang sembelih hewan kurban dilakukan selektif mungkin sebaiknya dipilih yang berusia relatif masih muda dan berpengalaman. “Harus tahu cara menangani kurban dengan baik, kalo bisa jangan terlalu tua,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit saat penanganan hewan sebelum disembelih para jagal yang kena tendangan kaki belakang sapi hingga tersungkur. Bahkan ada sapi yang lepas dari ikatan karena kondisi sapi yang stres. “Jika sampai ada jagal yang ditendang sapi, kita harus paham kondisi sapinya dulu. Apa yang ditakuti bukan karena sapinya galak tapi karena ia takut keramaian,” katanya. Penulis : Gusti Grehenson

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    Menkum RI, Sambut Baik Komitmen Singapura Terkait Perjanjian Ekstradisi

    Jakarta – Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menghadiri dan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi Leader’s Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura (16/6). Dalam kesempatan itu, Menkum RI menyatakan menyambut baik komitmen Pemerintah Singapura dalam perjanjian ekstradisi/mutual legal assistance (MLA) antara kedua negara. Dan melihat…

  • | | |

    Ada Pelangi di Balik Gelombang Tinggi

    Fenomena unik terjadi saat gelombang tinggi menerjang pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, pada Senin, 5 Juni 2017. Pelangi senantiasa muncul saat gelombang tinggi menghantam tebing. Keganasan ombak pun berubah menjadi keindahan. Monggo simak videonya… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Indonesia Raya Berkumandangan Di Gereja Santa Lidwina

    Aksi penyerangan yang dilakukan Suliono asal Banyuwangi, Jawa Timur terhadap sejumlah jemaat Gereja Santa Lidwina di Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta justru menggugah solidaritas. Warga dari berbagai elemen seperti Ada Banser dari NU, Majelis Gusdurian, Srikandi Lintas Iman datang ke gereja. Menyampaikan empati dalam rupa kerja bakti dan semangat melawan rasa…

  • | | | |

    Teater | Panti: Rahim-rahim Yang Terlupakan

    Sanggar Terpidana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta menggelar pementasan teater Panti: Rahim-rahim yang terlupakan. Digelar di Societet Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu (24/3). Panti bercerita tentang kehidupan para aktivis yang menemui ujung takdir di panti jompo. Selengkapnya, monggo simak videonya. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • Teken MoU dengan Kementerian LH, Kapolri Komitmen Jaga Kualitas Lingkungan Hidup Lebih Baik

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penanganan kualitas lingkungan hidup. Penandatanganan ini dilakukan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 28 Mei 2025. Menurut Kapolri, penandatanganan MoU ini adalah menjadi bukti pemerintah, dalam hal ini…