Jogja (pernah) Jadi Ibu Kota Indonesia
|

Jogja (pernah) Jadi Ibu Kota Indonesia

Menjadi Daerah Istimewa, Yogyakarta memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah republik bernama Indonesia. Salah satu peran yang tidak bisa dilupakan adalah ketika pada 4 Januari 1946 Yogyakarta menjadi ibu kota republik Indonesia menggantikan Jakarta. Hal ini terjadi karena situasi politik yang genting akbat agresi Belanda.

Berlangsung selama tiga tahun–hingga 27 Desember 1949, perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta ini membawa konsekwensi logis yang tidak sedikit. Keraton Yogyakarta harus menanggung biaya operasional pemerintahan. Dan, lebih dari itu Keraton juga harus menjamin keselamatan petinggi negara termasuk Bapak Proklamator Soekarno dan Hatta.

Spirit dari peran sebagai ibu kota negara inilah yang ingin diwariskan kepada generasi penerus melalui peringatan Yogyakarta Kota Republik yang digelar setiap 4 Januari.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | | |

    TARI | Beksan “Bala Kapi” Keraton Jogjakarta

    Untuk kali pertama Keraton Jogjakarta mementaskan beksan “Bala Kapi” di bangsal Srimanganti, Minggu (1/9). Sebuah tari klasik yang diperagakan oleh anak-anak KHP Kridhomardowo. Bala Kapi merupakan tarian yang menceritakan tentang para kapi, yakni aneka rupa binatang yang terlahir dari pujaan atau ciptaan para dewa. Beksan ini diambil dari adegan budhalan, yaitu saat para kapi diturunkan…

  • | | |

    Lucunya Anang Batas Godain Gadis Vietnam

    Bukan Anang Batas kalau tidak usil. Bahkan, dalam berkata-kata pun Anang Batas selalu saja bisa menemukan celah untuk berlaku usil. Termasuk saat membawakan acara Malam Sastra Lereng Merapi Membaca Hb Jassin yang bagi sebagian orang diwajibkan khusuk. Anang Batas mampu menyegarkan suasana dan udara Minggu (10/9) malam yang mencapai 18 derajat celcius. Video ini merekam…

  • |

    Spidergirl From Jogja

    Seorang bocah perempuan dari Kota Yogya, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki bakat luar biasa dalam olah raga panjat atau sport climbing. Meski usianya masih 11 tahun, namun Sukma Lintang Cahyani mampu menaklukkan jalur kuda laut di Tebing Siung, Kabupateng Gunungkidul dengan mencapai top border. Jalur Kuda Laut sendiri dikenal sebagai jalur paling sulit. Seorang pemanjat bukan…

  • | | | |

    Bedhaya Herjuna Wiwaha

    Bedhaya Herjuna Wiwaha merupakan salah satu bedhaya atau tari klasik yang ada di KratonJogja. Ditarikan oleh sembilan perempuan, tari ini ini diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono X. Tari ini bercerita tentang pengangkatan Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan HB X (Sultan Hamengku Buwono ke-10). Dipentaskan pertama kali di Bangsal Kencana pada tahun 2008. Tepatnya, pada saat kraton…

  • |

    Detik-detik Gerhana Matahari

    Antusiasme warga menyambut gerhana matahari total juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (9/3) sejumlah tempat sudah dipadati warga untuk menyaksikan fenomena alam yang langka ini. Dengan peralatan sederhana mereka mencoba mengamati detik-detik di mana bumi tertutup oleh bayangan bulan. Warga juga menggelar sholat gerhana di perempatan Tugu dan di Masjid Gede Kauman. Kamu suka?…

  • | |

    Dosen UNY Dyna Herlina Suwarto Teliti Film Yogyakarta dan Selesaikan Disertasi di Inggris Tanpa Revisi

    Dyna Herlina Suwarto, dosen Departemen Ilmu Komunikasi, FISHIPOL, Universitas Negeri Yogyakarta baru-baru ini meraih gelar PhD dari University of Nottingham Inggris. Disertasi tentang budaya film Yogyakarta membuatnya berhasil melalui ujian akhir tanpa revisi. Hal ini dinilai sebagai sebuah prestasi yang luar biasa. Tim penguji yang terdiri dari Dr Matthew Freeman and Dr Kieran Foster sangat…