Jogja (pernah) Jadi Ibu Kota Indonesia
|

Jogja (pernah) Jadi Ibu Kota Indonesia

Menjadi Daerah Istimewa, Yogyakarta memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah republik bernama Indonesia. Salah satu peran yang tidak bisa dilupakan adalah ketika pada 4 Januari 1946 Yogyakarta menjadi ibu kota republik Indonesia menggantikan Jakarta. Hal ini terjadi karena situasi politik yang genting akbat agresi Belanda.

Berlangsung selama tiga tahun–hingga 27 Desember 1949, perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta ini membawa konsekwensi logis yang tidak sedikit. Keraton Yogyakarta harus menanggung biaya operasional pemerintahan. Dan, lebih dari itu Keraton juga harus menjamin keselamatan petinggi negara termasuk Bapak Proklamator Soekarno dan Hatta.

Spirit dari peran sebagai ibu kota negara inilah yang ingin diwariskan kepada generasi penerus melalui peringatan Yogyakarta Kota Republik yang digelar setiap 4 Januari.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | |

    Fenomena Meluapnya Ngreneng Gunungkidul

    Badai Cempaka yang melanda Jogja pada Selasa (28/11) lalu meninggalkan fenomena alam berupa meluapnya mata air Ngreneng di Dusun Banyuwutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Uniknya, luapan air tak berwarna keruh sebagaimana lazimnya air banjir, tapi berwarna jernih dengan volume sangat besar sehingga menggenang 25 hektar lebih lahan pertanian. Apa yang sebenarnya terjadi, video ini…

  • | | |

    Tak Dapat Sepeda, Mahasiswa Ini Tagih Jokowi

    Sudah menjadi kebiasaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi setiap melakukan kunjungan ke daerah adalah membagi buku dan sepeda kepada siswa. Namun menjadi unik saat presiden Jokowi datang menghadiri Kongres pancasila ke-9 di Kampus Universitas Gajah Mada atau UGM pada Sabtu (22/7). Di akhir pidatonya, Jokowi meminta seorang mahasiswa untuk maju dan menjawab pertanyaan, Sebutkan 10…

  • |

    MUSIK | Rayuan Pulau Kelapa – Ismail Marzuki (Cover) Keroncongan Agawe Santosa

    Menjadi salah satu orkes keroncong yang tampil dalam Pasar Keroncong Kota Gede 2018, Orkes Keroncongan Agawe Santosa secara khusus menyuguhkan lagu-lagu karya Ismail Marzuki dalam penampilannya di panggung Sopingen, Kota Gede, Sabtu (15/12/2018). Simak penampilannya saat membawakan lagu karya Ismail Marzuki yang sangat populer “Rayuan Pulau Kelapa”. Monggo… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | |

    Jogja Republik Onthel

    Jogja Republik Onthel merupakan even yang digelar Paguyuban Onthel Jogja atau Podjok pada Sabtu-Minggu (21-22/10). Di sini para pengayuh sepeda dari berbagai penjuru tanah air berkumpul, bersilaturrahmi dan berdiskusi. Ada juga bazar onderdil sepeda dan pernak-pernik sepeda onthel. Puncaknya, sebanyak 3 ribu peserta ini mengayuh sepeda berkeliling kota Jogja. Satu tekad mereka: Menjadikan sepeda sebagai…

  • |

    Batik Tulis Imogiri

    Sempat tertidur cukup lama, batik tulis di Imogiri, Bantul kembali menggeliat pada 2007. Aroma malam sejenis lilin meruap dari hampir setiap rumah. Canting-canting menari-manari di atas kain mori. Meliuk membentuk beragam motif. Baik klasik maupun baru. Video ini merekam kebangkitan kerajinan batik tulis di salah satu sudut Imogiri. Selamat menikmati. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan…

  • | |

    Sindhunata “TUKANG ROMBENG”

    TUKANG ROMBENG merupakan puisi hasil permenungan Sindhunata terhadap pujangga besar Jalaludin Rumi. Permenungan atas atas kehadiran Tuhan dalam dzat yang tidak mesti kita tahu karena Tuhan bisa mengejawantah dalam segala rupa. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.