| |

Tradisi Unik Labuhan Merapi

Labuhan Merapi adalah tradisi Keraton Jogjakarta yang digelar sekali setiap tahun bertepatan dengan peringatan naik tahta Raja. Tradisi ini berakar dari mitologi awal berdirinya Keraton Jogjakarta yang dibantu oleh Eyang Sapu Jagad di Gunung Merapi dan Ratu Kidul di Pantai Selatan. Karena Eyang Sapu Jagad diidentifikasi sebagai laki-laki, maka barang-barang atau ubo rampe yang dilabuh juga merupakan perlengkapan keseharian laki-laki. Mulai dari selendang atau jarik hingga ses wangen atau rokok.

Beratus tahun tradisi ini terus bertahan karena Keraton dan warga Jogja meyakini kehidupan sosial politik mereka tidak bisa dipisahkan dengan gunung api teraktif di dunia ini. Sehingga, Labuhan Merapi juga dimaknai sebagai upaya menjaga harmoni.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | |

    Warga Bongkar Makam Untuk Bandara Baru Kulonprogo

    Rencana pemerintah membangun bandara baru di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta terus dikebut. Deadline agar bandara baru bisa berfungsi pada April 2019 membuat Angkasa Pura bergerak cepat. Pekan lalu, pengosongan lahan mulai dilakukan termasuk pembongkaran makam. Video ini merekam detik-detik pembongkaran makam di lahan yang bakal menjadi bandara New Yogyakarta International Airport Kamu suka? Yuk…

  • |

    Perkuat Diplomasi Budaya, Indonesia Usulkan Tiga Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO

    Sebanyak tiga warisan budaya takbenda Indonesia kembali diusulkan ke UNESCO yaitu Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya. Dalam Sidang ke-19 Komite untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda atau 19th Session of the Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage UNESCO yang berlangsung di Paraguay, Menteri…

  • | | | | |

    Wayang Jogja Night Carnival #2 | WISANGGENI

    Wisanggeni. Nama ini diberikan Semar kepada bocah yang baru saja keluar dari kawah canradimuka setelah dilemparkan para dewa. Wisanggeni merupakan anak Arjuna yang lahir dari rahim Dewi Dresnala saat kandungan belum berusia sembilan bulan. Wisanggeni secara harfiah bermakna ia yang berbisa api. Kesaktiannya mampu membakar apa saja. Dan, Kecamatan Gedong Tengen menggarap tokoh Wisanggeni ini…

  • | | | |

    Teater | Panti: Rahim-rahim Yang Terlupakan

    Sanggar Terpidana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta menggelar pementasan teater Panti: Rahim-rahim yang terlupakan. Digelar di Societet Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu (24/3). Panti bercerita tentang kehidupan para aktivis yang menemui ujung takdir di panti jompo. Selengkapnya, monggo simak videonya. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.