| |

Tradisi Yasa Peksi Burak Kraton Jogja

Tradisi Yasa Peksi Burak digelar Kraton Yogyakarta setiap kali memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Secara sederhana, Yasa Peksi Burak bisa diartikan sebagai membuat burung buroq, burung yang membawa Nabi Muhammad terbang ke langit ke-7 untuk mendapatkan wahyu.

Berbahan jeruk Bali, pembuatan burung burak ini dipimpin Putri Dalem GKR Mangkubumi di Kagungan Dalem Sekar Kedaton. Setelah selesai dibuat, burung burak ini kemudian dibawa ke Masjid Gede Kauman untuk kemudian dibagikan pada acara peringatan Isra’ Mi’raj.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | | |

    Merti Tebing Siung

    Merti Tebing Siung merupakan upacara adat yang rutin digelar masyarakat Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahun. Tradisi ini merupakan wujud syukur atas pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut setelah para pemanjat menjadikan tebing Siung sebagai tempat berlatih sekaligus menguji adrenalin. Dan, Merti Tebing 2017 kali ini FPTI DIY dan PP FPTI…

  • | |

    Ngabuburit Bareng Bule di Jembatan Bantar

    Menjadi penghubung antara Jogjakarta dan Kulonprogo, jembatan Bantar merupakan salah satu jembatan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki ciri arsitektur cukup unik. Jembatan ini berada persis di atas sungai atau kali Progo. Usianya yang cukup tua menjadikan jembatan ini tidak digunakan lagi. Dua jembatan dibangun untuk menggantikan peran jembatan ini. Dan, selama bulan puasa, jembatan…

  • |

    MUSIK | Dari Mana Datangnya Asmara – Ismail Marzuki (Cover) Keroncongan Agawe Santosa

    Menjadi salah satu orkes keroncong yang tampil dalam Pasar Keroncong Kota Gede 2018, Orkes Keroncongan Agawe Santosa secara khusus menyuguhkan lagu-lagu karya Ismail Marzuki dalam penampilannya di panggung Sopingen, Kota Gede, Sabtu (15/12/2018). Simak penampilannya saat membawakan lagu “Dari Mana Datangnya Asmara”. Monggo. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • |

    Pikatan Stable, Tempat Berkuda di Jogja

    Berada di kawasan Gedong Kuning, Yogyakarta, Pikatan Stable menjadi satu-satunya tempat untuk berlatih kuda tunggang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sini kita bisa belajar mengenal kuda dan berlatih menunggang kuda jumping dan ekuistrian. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | | | |

    Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUMANTRI-SUKRASANA

    Sumantri harus menerima hukuman Raja Harjuna Sasrabahu: memindahkan Taman Sriwedari ke Istana Kerajaan Maespati. Bukan perkara mudah tentu saja. Karena Taman Sriwedari berada di Kahyangan di mana para dewa memiliki kuasa absolut. Namun datanglah Sukrosono adiknya. Dengan kesaktiannya, Taman Sriwedari sukses dipindahkan. Sayang, kehadiran Sukrosono yang buruk rupa membuat kaget para penghuni keputren yang sedang…