| |

Tradisi Yasa Peksi Burak Kraton Jogja

Tradisi Yasa Peksi Burak digelar Kraton Yogyakarta setiap kali memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Secara sederhana, Yasa Peksi Burak bisa diartikan sebagai membuat burung buroq, burung yang membawa Nabi Muhammad terbang ke langit ke-7 untuk mendapatkan wahyu.

Berbahan jeruk Bali, pembuatan burung burak ini dipimpin Putri Dalem GKR Mangkubumi di Kagungan Dalem Sekar Kedaton. Setelah selesai dibuat, burung burak ini kemudian dibawa ke Masjid Gede Kauman untuk kemudian dibagikan pada acara peringatan Isra’ Mi’raj.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    Unik! Upacara 17-an di Samudra

    Jika lazimnya sebuah upacara digelar di lapangan atau halaman kantor dan sekolah, lain lagi dengan Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Upacara 17-an. Tim SARLINMAS Daerah Istimewa Yogyakarta Korwil 2 Baron menggelar Upacara 17-an di Samudra. Tepatnya, di laut Pantai Baron yang menjadi markas mereka. Seperti upacara pada umumnya, upacara ini…

  • | | |

    Exotisme Air Terjun Pantai Jogan Gunungkidul

    Dari sekian banyak pantai yang tersebar di sepanjang pesisir selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, hanya Pantai Jogan yang memiliki air terjun. Dengan ketinggian sekitar 12 meter, air terjun ini langsung turun ke laut. Bagi Anda yang memiliki adrenalin lebih, Anda bisa mencoba canyoning di air terjun tersebut. Sedang bagi Anda yang cukup puas hanya dengan…

  • |

    Jokowi Undang 3 Gadis Madiun Menginap di Istana

    Pada mulanya, tiga gadis asal Madiun, Jawa Timur ini hanya ingin merayakan malam pergantian tahun di Jogjakarta. Namun, nasib berkata lain. Saat berjalan-jalan di Malioboro, tiga gadis ini melihat kerumunan di depan Istana Gedung Agung. Ingin tahu, tiga remaja ini pun merangsek ke depan. Dan dari sinilah keberuntungan itu berawal. Paspampres mengijinkan mereka masuk dan…

  • |

    Sastra Bulan Puasa: Sindhunata “APEM LEBARAN”

    Sudah tak terbilang berapa puisi yang ditulis. Banyak juga buku yang sudah dilahirkan, namun Sindhunata adalah air kata-kata. Terus bergerak mengalir mencipta karya-karya. Apem Lebaran adalah salah satu karya puisi Sindhunata yang terbaru. Ditulis pada bulan ramadhan sebagai permenungan makna iedul fitri, Apem Lebaran dibacakan Sindhunata dalam Sastra Bulan Puasa yang digelar di Omah Petruk…