|

Koreografi Tari “SQUAMATA”

Merupakan karya bersama R. Bagus Wisnu Wadana K.A, Tamara Nona Armada, Azizah Isnaeni Nur Fadilla, Sifa Sabda Mukti dan Tirza Kanya “SQUAMATA” bercerita tentang ular. Tentang suara mendesis yang keluar dari tubuh panjang dengan motif squama indah yang menarik. Namun ingat, di balik keelokan motif dan keindahan desis, ada gigi tajam dan racun mematikan yang bisa membunuh siapa pun.

Tari ini dipentaskan dalam Loka Arts of Contemporary Art 2017 yang digelar di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (25/7) lalu.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    Puisi “ASUOK”

    Khocil Birawa, wartawan senior Kedaultan Rakyat sukses membacakan puisi berjudul Asuok yang ditulis Sindunata dalam pergelaran Kejujuran dalam Air Kata-kata yang digelar di Omah Petruk, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, pada Sabtu (1/2/2020). Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Sindhunata “TUKANG ROMBENG”

    TUKANG ROMBENG merupakan puisi hasil permenungan Sindhunata terhadap pujangga besar Jalaludin Rumi. Permenungan atas atas kehadiran Tuhan dalam dzat yang tidak mesti kita tahu karena Tuhan bisa mengejawantah dalam segala rupa. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • |

    Jogja Darurat Air (Trailer)

    Dengan dalih meningkatnya kunjungan wisata, hotel-hotel dan apartemen terus dibangun. Beribu kamar terus bertambah. Dan berarti pula berjuta kubik air disedot. Lalu apa yang akan menimpa Yogyakarta selanjutnya? Jogja Darurat Air Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • |

    Korban Corona yang Meninggal Dapat Pahala Sebagaimana Mati Syahid

    Siapa pun tidak ada yang berkehendak untuk tertular apalagi meningga; karena virus corona. Namun, sejumlah penolakan terjadi di beberapa wilayah terhadap jenazah korban covid-19 yang hendak dimakamkan. Inilah pandangan Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) terhadap pasien maupun korban meninggal karena virus corona. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.