| | |

Puisi Audio Visual “KISAH KUPU-KUPU”

“Kisah Kupu-Kupu” merupakan eksperimen Sindunata mengkolaborasikan puisi sebagai karya sastra dengan fotografi. Hasilnya, para penikmat sastra di perhelatan “Membaca HB Jassin” yang digelar di Omah Petruk, Karangkletak, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (10/9) pun tertegun kagum.

Perkembangan zaman rupanya telah melepaskan puisi dari kumpulan kertas bernama buku ke dalam genggaman tangan. Puisi hadir dalam berbagai rupa. Berseliweran di media sosial sebagai lalu waktu yang tak terelakkan.

“Kisah Kupu-Kupu” ini ditulis oleh Sindunata atas karya foto dan video yang dibuat oleh Himawan aka Koh Him dan dibacakan oleh Ni Made Purnamasari.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • The Draft! (Setan Alas!) Jadi Sorotan di Festival Film Internasional di Toronto

    Film horor komedi Indonesia The Draft! (Setan Alas!) sukses mencuri perhatian pada ajang bergengsi Toronto Reel Asian International Film Festival yang berlangsung dari 13 hingga 24 November 2024. Film ini merupakan karya inovatif civitas akademika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disutradarai oleh Yusron Fuadi. “The Draft!” menceritakan petualangan lima mahasiswa yang berlibur ke…

  • |

    Membeli Air Mendapat Angin (English Subtitle)

    Sebagai Ibu Kota Republik, Jakarta termyata bukanlah ibu yang baik bagi warganya. Problem masyarakat urban tumpuk menumpuk dan silang sengkarut seperti tak bisa dipecahkan. Salah satu yang mendasar adalah hak warga atas air bersih. Di beberapa bagian Jakarta banyak warga tidak bias mendapatkan air bersih meskipun mereka telah membayar pada perusahaan yang diberi mandat oleh…

  • | |

    Yuliono Singsot “MENCARI TULANG RUSUK”

    Sajak Petualang adalah puisi karya Yuliono yang ditulis dalam buku bergaris dengan sampul keris. Sajak Petualang bercerita tentang kelana rasa dan pikir Yuliono yang melompat. Bersama Benny Pradipta, Yulilono yang bergelar Yuliono Singsot membacakannya di Sastra Bulan Puasa yang digelar di Omah Petruk, Karangkletak, Pakem, Sleman, beberapa waktu lalu. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Coklat Monggo

    Coklat Monggo merupakan salah satu ikon oleh-oleh dari Yogyakarta selain bakpia dan gudeg. Selain menyuguhkan beragam rasa unik seperti rasa jahe, rendang, dan cabe pedas, kemasan coklat ini juga nyentrik. Ada kemasan bergambar becak, wayang, dan obyek wisata di Yogyakarta. Monggo… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | | |

    Musik Benang Merah “Kubenci Kain Putihmu”

    Kubenci Kain Putihmu merupakan lagu yang bercerita tentang simbol kesucian yang pudar oleh karena yang mengenakannya mengumbar kebencian. Benang Merah, sebuah kelompok musik asal Solo, Jawa Tengah menyanyikannya dengan apik pada Malam Sastra Lereng Merapi Membaca HB Jassin yang digelar di Omah Petruk, Karangkletak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kamu suka? Yuk bagikan…