
Similar Posts

Jogja Darurat Air
Dengan dalih meningkatnya kunjungan wisata, hotel-hotel dan apartemen terus dibangun. Beribu kamar terus bertambah. Dan berarti pula berjuta kubik air disedot. Lalu apa yang akan menimpa Yogyakarta selanjutnya? OGJA DARURAT AIR menggambarkan bagaimana eksploitasi para pengembang terhadap kota budaya dan dampaknya atas lingkungan. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Kapal Asing Curi Ikan? Tenggelamkan!!!
Sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti sudah menangkap dan menenggelamkan sedikitnya 350 kapal yang melakukan illegal fishing. Apa alasan sang menteri sehingga ia berani melakukan ini? Simak videonya… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

MUSIK | Cinta – Vina Panduwinata (Cover) Keroncong Dewa Dewi
Selain mampu membawakan lagu-lagu keroncong asli, anak-anak muda yang tergabung dalam Orkes Keroncong Dewa Dewi ini juga mampu menyuguhkan lagu-lagu pop dalam aransmen keroncong yang ciamik seperti lagu Cinta yang dipopulerkan Vina Panduwinata ini. Monggo… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Sastra Bulan Puasa: T. Pudjo Widijanto “RAMADHAN & BURUNG GAGAK”
Thomas Pudjo Widijanto, biasa dipanggil Pudjo adalah wartawan harian Kompas yang aktif menulis tentang sastra dan kebudayaan. Kontemplasinya tentang bulan puasa ia tuangkan dalam sajak berjudul Ramadhan & Burung Gagak. Meski sudah sepuh, namun kekuatan kata-katanya tetap muncul saat membacakan puisinya di Sastra Bulan Puasa yang digear Minggu (18/6) di Omah Petruk, Pakem, Sleman, Daerah…

Merti Tebing Siung
Merti Tebing Siung merupakan upacara adat yang rutin digelar masyarakat Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahun. Tradisi ini merupakan wujud syukur atas pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut setelah para pemanjat menjadikan tebing Siung sebagai tempat berlatih sekaligus menguji adrenalin. Dan, Merti Tebing 2017 kali ini FPTI DIY dan PP FPTI…

TARI KERATON | Beksan Jebeng
Beksan Jebeng merupakan tari yang diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Ditarikan oleh empat orang laki-laki, tari ini berkisah tentang peperangan antara beberapa raja Jawa melawan Raja dari kerajaan Purwakencana. Tarian ini menggunakan properti sebilah keris dan “jebeng” yang bentuknya menyerupai tameng dengan paduan anak panah besar. Pada permukaan atau penampang luar “jebeng” biasanya digambar…
