Terkait Isu Dualisme, Kemenkum Sebut Kepemimpinan PMI di Bawah JK adalah Sah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Hukum (Kemenkum), mengumumkan hasil kajian perkara dualisme kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI). Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menjelaskan hasil verifikasi Kemenkum menunjukkan bahwa PMI di bawah pimpinan Jusuf Kalla (JK) adalah sah.

Ia mengatakan Kemenkum telah menyerahkan balasan surat kepada PMI pihak JK. Balasan surat itu perihal pengakuan kepengurusan baru PMI di bawah pimpinan mantan Wakil Presiden Indonesia ini.

“Kami telah memberi jawaban bahwa pemerintah melalui Kemenkum, setelah melakukan kajian bardasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PMI, maka Menteri Hukum memberi pengakuan kepada AD/ART sekaligus pengurus baru PMI di bawah kepemimpinan Bapak Haji Muhammad Jusuf Kalla,” kata Supratman di gedung Kemenkum, Jumat (20/12/2024).

Dalam kesempatan yang sama, JK mengatakan pengakuan dari Kemenkum ini sekaligus mengakhiri isu dualisme kepemimpinan PMI antara dirinya dan kubu Agung Laksono yang beredar belakangan ini.

“Maka isu-isu tentang adanya pengurus baru (di luar kepengurusan JK) bisa dijelaskan, prinsip PMI internasional adalah hanya satu PMI di setiap negara. Saya kira persoalannya (dualisme kepemimpinan) telah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Widodo, membeberkan bahwa jajarannya telah melakukan kajian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum memberi pengakuan kepada kepengurusan PMI yang dipimpin oleh JK. Ia menyebutkan AD/ART kelompok JK adalah sah, maka kepengurusan PMI pun mengikuti AD/ART tersebut.

Untuk diketahui, kemunculan dualisme kepemimpinan PMI dimulai sejak Munas PMI ke-22. Dalam Munas itu, JK terpilih sebagai ketua PMI untuk ketiga kalinya. Namun, kelompok Agung Laksono menolak hasil tersebut. Mereka mengadakan Munas tandingan untuk menetapkan pemimpin baru. Perkara ini kemudian dimediasi oleh Kemenkum.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    Dosen UGM Berikan Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

    Dosen Fakultas Peternakan Nanung Danar Dono, Ph.D., mengatakan Hewan ternak untuk kurban hendaknya dipilih ternak yang sehat sempurna, dengan ciri kuat berdiri, tidak lemah, nafsu makan normal, tidak dalam keadaan sakit apalagi sakit yang menular, dan tidak nampak cacat fisik. Menurutnya, tip untuk memilih hewan kurban dengan mengamati kuku kaki nampak sehat dan utuh, gerakan…

  • Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H/ Kodim Sleman Gelar Operasi Pasar Murah

    Sleman – Kodim 0732/Sleman turut serta menyokong pemerintah dalam hal pengendalian harga bahan pokok di pasaran dengan mengadakan Bazar dan Pasar Murah yang dilaksanakan di Halaman Makodim 0732/Sleman Jl.Magelang Km 14,5 Medari Sleman,Senin (17/4/2023). Bupati Sleman Kustini Sripurnomo yang hadir dalam kegiatan bazar dan pasar murah tersebut mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya gelar pasar murah…

  • |

    Dua Menteri Kunjungi Nduga, 9 Polwan Ops Damai Cartenz Dilibatkan dalam Pengamanan

    Nduga – Sebanyak sembilan personel polisi wanita (Polwan) dari Operasi Damai Cartenz-2025 dilibatkan dalam pengamanan VVIP, kunjungan Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. di Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (7/6). Kunjungan kerja kedua menteri kabinet ini mendapat pengamanan ketat, termasuk…

  • | |

    Kreativitas Mahasiswa Vokasi Tembus Panggung Jogja Fashion Week 2025

    Yogyakarta – Jogja Fashion Week (JFW) 2025 kembali hadir tak hanya menyediakan ruang ekspresi bagi para penggiat dan pecinta fashion, tapi juga memberikan kesempatan pada kreativitas generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi. Tahun ini Politeknik ATK Yogyakarta kembali mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dengan mempersembahkan karya-karyanya. Ini adalah kesempatan kedua bagi Politeknik ATK, kampus vokasi yang berada…

  • | | | |

    Wisata Kano di Pantai Gunungkidul

    Sempat meredup karena banyaknya pantau bari di Kabupaten Gunungkidul yang dibuka untuk wisata, pamor pantai Drini di Kecamatan Tepus kembali naik setelah hadirnya wisata kano yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Wisatawan cukup membayar 50 ribu rupiah agar bisa bermain kano sepuasnya. Bahkan, untuk bergantian. Bagaimana serunya? Monggo simak… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan…