|

Christiano Tarigan, Tersangka Penabrak Argo Dinonaktifkan dari Kampus UGM

Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengambil Langkah tegas dengan menonaktifkan status kemahasiswaan Christiano Tarigan, dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Keputusan ini diambil pasca penetapan Christiano sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Argo Ericko Achfandi.

Penonaktifan ini menurut Rektor UGM Ova Emilia, bertujuan agar Christiano bisa fokus menghadapi proses hukum yang tengah dan akan bergulir, balik di kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan.

Ova Emilia juga menyebut pihaknya akan membentuk Tim Komite Etik untuk menjatuhkan sanksi akademik terhadap Christiano. Tim Komite Etik terdiri dari unsur pimpinan Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta dari unsur Universitas. Tim Komite Etik akan bekerja secepatnya guna melihat sejauh mana rentetan kasus ini terhadap asek pelanggaran pasal tata perilaku mahasiswa.

“Tim ini akan mengkaji putusan sanksi akademik sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara proses hukum tetap berjalan,” katanya.

Perihal penonaktifan status sebagai mahasiswa oleh kampus itu, kata Ova, sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak Fakultas Ekonomi Bisnis jauh sebelum yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

Sehubungan proses penyidikan kasus kecelakaan yang kini tengah ditangani Polresta Sleman, Ova menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Christiano Tagiran, Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, tersangka penabrak Argo Ericko Achfandi.

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Plat Palsu

Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mahasiswa UGM terjadi pada Sabtu 24 Mei 2025. Christiano Tarigan yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mengendarai mobil BMW putih dengan plat nomor palsu menabrak sepeda motor yang dikendarai Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum, di jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta.

Tim kuasa hukum Argo meminta polisi tak hanya mengusut peristiwa kecelakaan Argo, tetapi juga dugaan kasus perintangan penyidikan pelat palsu mobil Christiano. Polisi juga harus memeriksa pelaku untuk menyelidiki motif penggantian pelat palsu mobil milik Christiano yang menabrak Argo.

Sebelumnya polisi memastikan sudah memeriksa tiga orang terkait kasus penggunaan pelat palsu mobil milik Christiano Tarigan dan memeriksa barang bukti CCTV. Polisi menyebut ketiga saksi merupakan kerabat Christiano dan disuruh untuk mengganti pelat mobil setelah peristiwa kecelakaan terjadi. Namun hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.****

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    2 WNA Jatuh di Rinjani, Jalur Pendakian Pelawangan Ditutup Sementara

    Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akhirnya menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, sebagai imbas jatuhnya turis asal Swiss dan Belanda di tempat yang sama. Keputusan ini menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman, diambil setelah sejumlah insiden kecelakaan terjadi di jalur pendakian…

  • Sebanyak 19 Kepala Daerah Semangat Ikuti Retreat Pembekalan di Magelang Meski Kurang Fit

    Para kepala daerah menyambut antusias dan semangat pelaksanaan Retreat Pembekalan Kepemimpinan Kepala Daerah 2025-2030 yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari 19 kepala daerah yang, meski dalam kondisi fisik kurang fit, tetap semangat mengikuti pembekalan tersebut. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menuturkan, menurut data yang dihimpun Badan Pengembangan Sumber…

  • | | |

    Tradisi 1 Syuro Mubeng Benteng Kraton Jogja

    Malam 1 Syuro bagi masyarakat Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah malam keramat. Malam di mana seorang Jawa harus laku prihatin agar setahun ke depan hidupnya dijauhkan dari bala. Salah satu cara yang dilakukan sebagai laku prihatin tersebut adalah dengan mubeng beteng kraton Jogjakarta. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | |

    Flash Mob Beksan Wanara Taruna AAU di Malioboro Jogjakarta

    Sebanyak 1500 taruna dan civitas akademika Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta, Selasa Wage (18/2/2020) menggelar Flash Mob Beksan Wanara. Flash Mob digelar di jalan Malioboro, tepatnya, di depan istana kepresidenan Gedung Agung hingga titik nol kilometer atau yang lebih dikenal dengan perempatan kantor pos besar Jogjakarta. Bagaimana serunya? Monggo simak videonya. Kamu suka? Yuk bagikan…

  • | |

    Momen Warga Sekitar Merapi Saat Terjadi Erupsi 10 Tahun Silam

    Bencana alam yang datang selalu membawa pilu bagi para korban. Tawa dan keceriaan dapat seketika berganti menjadi tangisan dan kepasrahan ketika datang sebuah bencana. 10 tahun yang lalu, bencana dialami oleh masyarakat sekitar Gunung Merapi. Rumah yang selama ini dihuni musti ditinggalkan untuk meminimalisir jumlah korban. Ribuan orang dipaksa mengungsi menunggu tenangnya Sang Merapi. Setelah…

  • Datangi Kejaksaan Agung, WALHI Laporkan 47 Korporasi Perusak Lingkungan dan Indikasi Korupsi SDA

    WALHI Eksekutif Nasional dan WALHI Aceh, WALHI Sumatera Utara, WALHI Riau, WALHI Sumatera Selatan, WALHI Jambi, WALHI Bengkulu, WALHI Lampung, WALHI Babel, WALHI Sumatera Barat, WALHI Kalimantan Tengah, WALHI Kalimantan Timur, WALHI Kalimantan Selatan, WALHI Bali, WALHI NTT, WALHI NTB, WALHI Maluku Utara, dan WALHI Papua melaporkan 47 korporasi perusak lingkungan dan juga terindikasi melakukan…