|

Penjual Angkringan Mampu Tirukan Puluhan Suara Burung

Suroso adalah penjual angkringan atau nasi kucing di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta yang memiliki kemampuan unik menirukan suara satwa. Dalam catatannya, lebih dari 37 suara satwa berhasil ditirukan.

Kemampuan ini mulai diasah sejak umur tujuh tahun dan terus diasah hingga usianya kini genap 42 tahun.

Yang menarik, Suroso tidak hanya mampu menirukan, tapi juga mengetahui kebiasaan dan karakter setiap satwa yang ia tirukan suaranya. Monggo…

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    Mandiri Melawan Corona

    Tanpa menunggu instruksi pemerintah, Warga di Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat mereka tinggal. Inilah yang bisa dilakukan warga untuk mencegah persebaran virus corona. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • |

    Hukum Sholat IED di Saat Wabah Corona

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) mengeluarkan maklumat mengenai hukum sholat iedul fitri di tengah pandemi corona atau covid-19 yang melanda dua pertiga planet bumi. Selengkapnya, monggo simak videonya… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | |

    Seni Tradisi Jathilan Putri

    Jathilan adalah seni tradisi yang telah lama dikenal masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang. Kata “kuda” muncul karena karena kesenian ini dimainkan dengan menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu (kepang). Seiring berjalannya waktu, seni tradisi ini berkembang dan tidak…

  • | | |

    Tradisi Unik Ngalangi

    Sebuah tradisi hingga kini masih terpelihara oleh masyarakat Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi Ngalangi, namanya. Tradisi ini merupakan ritus yang digelar setiap kali warga Purwodadi hendak melakukan Merti Desa sesusai panen. Uniknya, Tradisi ini tidak bisa digelar di sembarang waktu. Tradisi Ngalangi digelar hanya pada Senin lagi di bulan Jawa…

  • |

    Asal Usul Tradisi Padusan

    Dilakukan setiap kali menjelang bulan puasa Ramadhan, padusan dianggap sudah melenceng dari akar sejarahnya. Tradisi Padusan di Pulau Jawa diyakini sudah ada sejak masa Hindu dan Budha. Dalam perkembangannya, tradisi ini kemudian berakulturasi dengan dengan penganut agama Islam. Masyarakat Jawa menggelar padusan sehari sebelum memasuki bulan suci ramadhan dengan keyakinan untuk membersihkan diri dan jiwa…