| |

Gathot & Thiwul Oleh-oleh Khas Gunungkidul

GATHOT & THIWUL pada mulanya hanyalah makanan biasa bagi warga Gunungkidul, Daaerah Istimewa Yogyakarta. Maklum, dikenal sebagai kawasan yang gersang, Gunungkidul banyak menghasilkan ubi kayu atau singkong sehingga bahan dasar inilah yang kemudian dioalah menjadi makanan.

Seiring berjalannya waktu, nasi hadir menggantikan thiwul yang sebelumnya menjadi makanan pokok. Dan, beruntung Gunungkidul memiliki Tumirah. Perempuan inilah yang kemudian memodifikasi thiwul menjadi camilan yang oleh penerusnya dikembangkan lagi menjadi gathot dan thiwul instan.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | |

    Bola Voli | Full Match Aspro vs Putra Kresna

    Bertemu Putra Kresna dalam pertandingan untuk memperebutkan juara ke-3, Tim Putra Aspro menurunkan pemain-pemain andalannya seperti Kaula Nurhidayat serta si kembar Dana. Meski demikian, Putra Kresna yang dimotori oleh pemain-pemain kawakan berhasil mengalahkan Aspro dengan skor 3-0. Kemenangan ini mengantarkan Putra Kresna menjadi juara ke-3 dalam turnamen bola voli Mahameru Cup V yang digelar di…

  • | |

    Pentas “Ilange Semar”

    Muhammad Shodiq Sudarti sukses membawakan puisi Rinduku Akanmu, Semar sebagai bagian dari Ilange Semar dalam Panggung Sastra Pertunjukan “Kejujuran Air Kata-kata” di Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman, 1 Februari lalu. Bersama Shodiq, tampil juga penari Kinanti Sekar Rahina serta dalang wayang Bayu Aji Nugraha. Anda pasti tak ingin melewatkan video ini Kamu suka? Yuk bagikan…

  • | | |

    Garebeg Besar Kraton Jogja & Maknanya

    Tiga kali dalam setahun Kraton Jogja menggelar tradisi Garabeg. Mulai dari Garebeg Sawal yang digelar pada hai raya Idul Fitri, Garebeg Mulud pada bulan Maulud dan Garebeg Besar pada hari raya Idul Adha. Dan, sebagaimana tradisi, selalu saja ada makna dan simbol yang lekat di dalamnya. Nah, kali ini Jogja Archive memaparkan kepada Anda makna…