| | |

Garebeg Besar Kraton Jogja & Maknanya

Tiga kali dalam setahun Kraton Jogja menggelar tradisi Garabeg. Mulai dari Garebeg Sawal yang digelar pada hai raya Idul Fitri, Garebeg Mulud pada bulan Maulud dan Garebeg Besar pada hari raya Idul Adha.

Dan, sebagaimana tradisi, selalu saja ada makna dan simbol yang lekat di dalamnya. Nah, kali ini Jogja Archive memaparkan kepada Anda makna Garebeg Besar Kraton Jogja.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    MASKOWI Meruwat Menoreh

    Sebagai benteng pertahanan pasukan Pangeran Diponegoro pada masa perang Jawa, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo kini ditantang untuk menjaga ekologi sebagai konsekuensi dibangunnya bandara baru dan proyek bedah Menoreh. Masyarakat Kerja Jokowi atau Maskowi berinisitif menggelar ruwatan Menoreh sebagai upaya menjaga ekologi melalui tradisi. Simak selengkapnya dalam video berikut ini. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan…

  • |

    Sastra Bulan Puasa: Benny Pradipta – Yuliono “SEHABIS TANGIS KECIL”

    Melahirkan buku kumpulan puisi Sehabis Tangis Kecil Benny Pradipta seperti menjadi ayah bagi kata-kata yang berbaris dalam puisinya. Ia terus berkarya dan mencipta puisi. Pada Sastra Bulan Puasa yang digelar Omah Petruk, Minggu (18/6), Benny membacakan salah satu puisi dari buku kumpulan puisi yang ditulisnya. Ia ditemani Yuliono, seniman kocak serba bisa. Kamu suka? Yuk…

  • | | | |

    Tradisi Unik Saparan Wonolelo

    Saparan Wonolelo merupakan tradisi yang rutin digelar masyarakat Pondok Wonolelo, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengenang Ki Ageng Wonolelo. Memiliki nama asli Syekh Jumadigeno, Ki Ageng Wonolelo diyakini sebagai keturunan Brawijaya V yang kemudian menjadi penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Tradisi Saparan Wonolelo menjadi upaya warga untuk mengenang…

  • |

    Mandiri Melawan Corona

    Tanpa menunggu instruksi pemerintah, Warga di Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat mereka tinggal. Inilah yang bisa dilakukan warga untuk mencegah persebaran virus corona. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Fenomena Meluapnya Ngreneng Gunungkidul

    Badai Cempaka yang melanda Jogja pada Selasa (28/11) lalu meninggalkan fenomena alam berupa meluapnya mata air Ngreneng di Dusun Banyuwutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Uniknya, luapan air tak berwarna keruh sebagaimana lazimnya air banjir, tapi berwarna jernih dengan volume sangat besar sehingga menggenang 25 hektar lebih lahan pertanian. Apa yang sebenarnya terjadi, video ini…