|

Koreografi Tari “HITAM-PUTIH”

This dance is about axpression of society confusion toward tragedy in Indonesia wich is confusing. Betwen right-false, good-bad, black-white.

Part.1 music by Luca Malaspina
Part.2 music Full Sail by Ryan Farish

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • |

    MUSIK | Sholawat Tombo Ati

    Sejumlah pemuda dari berbagai latar menembangkan sholawat Tombo Ati di halaman langgar (mushola) Tombo Ati yang didedikasikan untuk Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Omah Petruk, Sabtu (1/2/2020). Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Tradisi Numplak Wajik Kraton Yogyakarta

    Tradisi Numplak Wajik merupakan tradisi yang digelar Kraton Yogyakarta di Magangan Komplek Kraton Yogyakarta setiap kali hendak menggelar upacara garebeg. Baik itu garebeg Syawal GarebegBesar maupun Garebeg Mulud. Prosesi Numplak Wajik sendiri diawali dengan Gejog Lesung sebagai sarana untuk mengusir roh jahat. Selanjutnya, setelah para abdi dalem berkumpul, wajik yang terbuat dari beras ketan ini…

  • |

    Detik-detik Gerhana Matahari

    Antusiasme warga menyambut gerhana matahari total juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (9/3) sejumlah tempat sudah dipadati warga untuk menyaksikan fenomena alam yang langka ini. Dengan peralatan sederhana mereka mencoba mengamati detik-detik di mana bumi tertutup oleh bayangan bulan. Warga juga menggelar sholat gerhana di perempatan Tugu dan di Masjid Gede Kauman. Kamu suka?…

  • | | | | |

    Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUMANTRI-SUKRASANA

    Sumantri harus menerima hukuman Raja Harjuna Sasrabahu: memindahkan Taman Sriwedari ke Istana Kerajaan Maespati. Bukan perkara mudah tentu saja. Karena Taman Sriwedari berada di Kahyangan di mana para dewa memiliki kuasa absolut. Namun datanglah Sukrosono adiknya. Dengan kesaktiannya, Taman Sriwedari sukses dipindahkan. Sayang, kehadiran Sukrosono yang buruk rupa membuat kaget para penghuni keputren yang sedang…

  • |

    Puisi untuk Jokowi

    Tak mau Jokowi terseret ke dalam kubu koruptor dengan membuka peluang pembahasan RUU KPK, seorang dosen FISIPOL UGM membaca puisi di Balairung UGM, Minggu (15/9). Monggo simak… Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.