| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUMANTRI-SUKRASANA

Sumantri harus menerima hukuman Raja Harjuna Sasrabahu: memindahkan Taman Sriwedari ke Istana Kerajaan Maespati. Bukan perkara mudah tentu saja. Karena Taman Sriwedari berada di Kahyangan di mana para dewa memiliki kuasa absolut.

Namun datanglah Sukrosono adiknya. Dengan kesaktiannya, Taman Sriwedari sukses dipindahkan. Sayang, kehadiran Sukrosono yang buruk rupa membuat kaget para penghuni keputren yang sedang menyaksikan keindahan taman Sriwedari. Sumantri malu dan meminta adiknya segera pergi. Tapi Sukrosono menolak. Hingga akhirnya Sumantri membidikkan anak panah ke arahnya. Tanpa diduga anak panah lepas. Sumantri kaget, tapi terlambat. Adiknya tewas terkena panahnya.

Kecamatan Gondomanan menyuguhkan koreografi Sumantri-Sukrasana ini dengan bagus dalam Wayang Jogja Night Carnival ke-2 yang digelar di Tugu Pal Putih beberapa waktu lalu.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | | |

    Lucunya Anang Batas Godain Gadis Vietnam

    Bukan Anang Batas kalau tidak usil. Bahkan, dalam berkata-kata pun Anang Batas selalu saja bisa menemukan celah untuk berlaku usil. Termasuk saat membawakan acara Malam Sastra Lereng Merapi Membaca Hb Jassin yang bagi sebagian orang diwajibkan khusuk. Anang Batas mampu menyegarkan suasana dan udara Minggu (10/9) malam yang mencapai 18 derajat celcius. Video ini merekam…

  • |

    Burung Kedasih dan Mitos Kematian

    Banyak dijumpai di pedesaan, burung Kedasih memiliki nama latin Comantis merulinus. Di beberapa daerah, burung kedasih juga memiliki sebutan berbeda: sit uncuing, sirit uncuing, atau manuk uncuing. Yang menarik, meskipun memiliki nama atau sebutan berbeda di setiap daerah, mitologi burung ini sama: dianggap sebagai burung penanda kematian. Seeprti apa sejatinya mitologi burung ini? Monggo simak…

  • | |

    Teater | Dongeng di Sekitar Kematian Ayah

    Dimainkan oleh Rendra Bagus Pamungkas, monoplay Dongeng di Sekitar Kematian Ayah ini dipentaskan Sanggar Maos Tradisi di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (27/1) lalu. Dongeng di Sekitar Kematian Ayah yang ditulis Hedi Santosa ini berkisah tentang takdir yang tak kuasa dicegah manusia. Bahkan, oleh seorang raja sekalipun. Selengkapnya, monggo simak… Kamu suka?…

  • |

    Enam Gunungan Diarak dalam Tradisi Grebeg Besar Keraton Yogyakarta

    Yogyakarta – Ratusan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengarak enam gunungan hasil bumi dalam prosesi Hajad Dalem Grebeg Besar memperingati Idul Adha Tahun Je 1958/2025, Sabtu (7/6). Gunungan-gunungan ini diberangkatkan dari Bangsal Pancaniti, Keraton Yogyakarta, lalu diarak melewati Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, dan Pagelaran menuju halaman Masjid Gedhe Kauman. Tradisi Grebeg Besar Keraton Yogyakarta merupakan…

  • |

    Kiprah Politeknik ATK Yogyakarta Dalam Pameran Produk, Talkshow Dan Fashion Show di JFW 2024

    Jogja Fashion Week atau JFW ke-19 yang merupakan pagelaran fashion tahunan terbesar di Yogyakarta diselenggarakan pada tanggal 22 – 25 Agustus 2024 dengan berbagai rangkaian kegiatan Fashion Show, Fashion Exhibition, Fashion Seminar, Fashion Competition, Carnival dan Business Matching. Kali ini dengan mengangkat tema Fusion Fashion, JFW 2024 dimaknai sebagai perpaduan Integrasi Budaya, Kreativitas Tanpa Batas,…

  • | | |

    Menteri Susi Pudjiastuti Sindir Kasus Korupsi KTP Elektronik

    Jumat (15/12) saat emnghadiri Lustrum SMAN 1 Jogjakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengaku diserang berbagai kalangan setelah menenggelamkan kapal asing yang tertangkap basah mengambil ikan di perairan Indonesia. Beberapa akademisi dan ahli hukum bahkan mencari celah bahwa apa yang dilakukan Menteri Susi melanggar hukum internasional karena ikan tidak ber-ktp dan bergerak bebas sebagaimana…