| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | KAPI SUWEDA

Tampil di urutan pertama Wayang Jogja Night Carnival ke-2 tahun 2017, Kecamatan Mergangsan menyuguhkan koreografi Kapi Suweda. Kapi Suweda merupakan tokoh wayang berujud wanara/kera berbulu hitam legam.

Ia merupakan putra tunggal Prabu Sugriwa, raja kera negara Gowa Kiskenda dengan istri Endang Suwarsih, wanita pengidung dan pamong Dewi Anjani, kakak Prabu Sugriwa. Kapi Suweda sangat tekun bertapa sehingga menjadi sangat sakti.

Kesaktian dan ketangkasannya hanya dapat diungguli oleh Anggada dan Anoman.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | |

    Yuliono Singsot “MENCARI TULANG RUSUK”

    Sajak Petualang adalah puisi karya Yuliono yang ditulis dalam buku bergaris dengan sampul keris. Sajak Petualang bercerita tentang kelana rasa dan pikir Yuliono yang melompat. Bersama Benny Pradipta, Yulilono yang bergelar Yuliono Singsot membacakannya di Sastra Bulan Puasa yang digelar di Omah Petruk, Karangkletak, Pakem, Sleman, beberapa waktu lalu. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | | | |

    Tradisi Unik Saparan Wonolelo

    Saparan Wonolelo merupakan tradisi yang rutin digelar masyarakat Pondok Wonolelo, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengenang Ki Ageng Wonolelo. Memiliki nama asli Syekh Jumadigeno, Ki Ageng Wonolelo diyakini sebagai keturunan Brawijaya V yang kemudian menjadi penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Tradisi Saparan Wonolelo menjadi upaya warga untuk mengenang…

  • | | | |

    Musik Benang Merah “Kubenci Kain Putihmu”

    Kubenci Kain Putihmu merupakan lagu yang bercerita tentang simbol kesucian yang pudar oleh karena yang mengenakannya mengumbar kebencian. Benang Merah, sebuah kelompok musik asal Solo, Jawa Tengah menyanyikannya dengan apik pada Malam Sastra Lereng Merapi Membaca HB Jassin yang digelar di Omah Petruk, Karangkletak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kamu suka? Yuk bagikan…

  • |

    Keren! Sanggarbambu Yogyakarta Gelar Pameran Go Pageto Tampilkan Karya Lintas Seniman

    (Yogyakarta DIY) Sebuah pameran menyajikan lintas karya seniman digelar Sanggarbambu Yogyakarta menampilkan beragam karya mulai menggambar, tari, pantomim, teater, musik, workshop karya hingga diskusi buku. Go Pageto yang dari bahasa Sunda berati menuju masa depan, membawa pesan mendasar dari para seniman di Yogyakarta bahwa berkarya sebagai langkah awal menghidupkan seni dan kesenian itu sendiri. Menurut…

  • |

    Tradisi Unik Brokohan Sapi

    Masih bertahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tradisi Brokohan Sapi merupakan bentuk terima kasih pemilik sapi kepada Tuhan atas lahirnya sapi yang mereka pelihara. Tradisi ini dilakukan setiap kali sapi usai melahirkan. Petani atau warga pemilik sapi akan membuat sesaji dan selamatan agar ternak mereka sehat. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.