| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUGRIWA-SUBALI

Sugriwa dan Subali merupakan dua anak Resi Gotama dan Dewi Indradi yang berubah ujud menjadi kera setelah berebut Cupu Manik Astagina. Meski demikian, dua ekor kera inilah yang bisa membantu para dewa mengalahkan Patih Lembusura yang meminta bidadari Dewi Supraba dan Dewi Tara untuk dijadikan istri Prabu Maesasura.

Kisah Sugriwa dan Subali ini diangkat dalam koreografi yang apik oleh Kecamatan Kraton dalam Wayang Jogja Night Carnival ke-2 yang digelar beberapa waktu lalu.

Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

Similar Posts

  • | |

    Sastra Bulan Puasa: Kolaborasi Sekar – Shodiq – Anin

    Sastra Bulan Puasa yang digelar di Omah Petruk, Pakem, Sleman, pada Minggu (18/6) memberi ruang bukan saja kepada para sastrawan, tapi juga bagi seniman tari. Kolaboraasi berikut ini merupakan salah satunya. Sekar yang penari secara spontan merespon kata-kata yang dilafalkan oleh Shodiq dan Anin. Kamu suka? Yuk bagikan tulisan ini.

  • | |

    Atraksi Seni di Malioboro Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Jogjakarta–Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia digelar di kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta dengan berbagai atraksi seni Nusantara, Sabtu (29/6) malam. Bertajuk Meramut Budaya, Meramut Semesta, aksi ini diinisiasi Aliansi Mahasiswa Nusantara bersama tokoh lintas agama yang bertujuan menjaga alam semesta sebagai salah satu aksi nyata kepedulian terhadap krisis iklim. Kegiatan yang juga menggandeng berbagai komunitas diantaranya…

  • | | | | |

    Wayang Jogja Night Carnival #2 | KAPI SUWEDA

    Tampil di urutan pertama Wayang Jogja Night Carnival ke-2 tahun 2017, Kecamatan Mergangsan menyuguhkan koreografi Kapi Suweda. Kapi Suweda merupakan tokoh wayang berujud wanara/kera berbulu hitam legam. Ia merupakan putra tunggal Prabu Sugriwa, raja kera negara Gowa Kiskenda dengan istri Endang Suwarsih, wanita pengidung dan pamong Dewi Anjani, kakak Prabu Sugriwa. Kapi Suweda sangat tekun…

  • |

    Unik! Detik-detik Proklamasi di Laut Gunungkidul

    Tanggal 17 Agustus senantiasa diperingati bangsa Indonesia sebagai hari kemerdekaan. Banyak cara dilakukan untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan ini. Termasuk upacara bendera. Namun, tiga tahun terakhir Sarlinmas DIY Korwil 2 Baron selalu menggelar upacara ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia di laut. Bukan tanpa alasan, dan ini yang banyak di lupakan. laut pada masa revolusi juga…

  • | |

    Asal-usul Garebeg Kraton Yogyakarta

    Garebeg Kraton Yogyakarta ternyata bukanlah bermakna berebut gunungan seperti yang terjadi sekarang. Garebeg merupakan merupakan gambaran bagaimana iring-iringan Sultan para kerabat, para punggawa dan prajurit kraton Yogyakarta dalam peringatan hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulud Nabi serupa angin kencang sehingga dalam bahasa Jawa terdengar “gemrebeg” di telinga. Dalam perjalananya, ketika jumlah gunungan sedikit…

  • | | |

    Tari Srimpi Moncar

    Srimpi Moncar merupakan beksan atau tari yang diciptakan KGPAA Mangkunegara VII. Tari yang dibawakan empat perempuan ini menceritakan kisah Putri Cina bernama Adaninggar yang mencintai Jayengromo atau Wong Agung Menak hingga akhirnya Adaninggar berkonflik dengan Kilasworo, istri Jayengromo. Uniknya, meski kisah di balik tari ini penuh dengan adegan perang, namun tarian ini justru dibawakan dengan…